Keunikan Sushi Makanan Khas Jepang

Keunikan Sushi Makanan Khas Jepang

Keunikan Sushi Makanan Khas Jepang – Siapa yang tak kenal dengan sushi? Makanan khas Jepang itu hingga kini menjadi pusat perhatian publik di beberapa cafe dan restoran kecil hingga besar. Sejatinya, makanan ini terbuat dari nasi dilengkapi dengan daging, makanan laut, sayuran mentah atau masak dan campuran rempah-rempah.

Banyak orang mengatakan bahwa makanan ini merupakan yang terbaik di Jepang. Sebab penduduk di sana terbilang tidak begitu doyan makan hingga kenyang. Nah, adanya makanan ini menjadi salah satu alternatif yang tepat untuk disantap sebelum beranjak melakukan aktivitas sehari-hari.

Pada awalnya, sushi bermula dari kata susyi yang berarti rasa masam. Inti dari makanan ini sebagai pengawet ikan setelah para nelayan berhasil melakukan pelayarannya. Dibalut dengan garam dapur, ampas sake hingga ragi, makanan ini begitu sedap saat disantap.

Banyak warga Jepang kuno yang melakukan pengawetan ikan dengan menggunakan cuka dan beras yang didapat dari pegunungan di Asia Tenggara. Mereka menilai bahwa cara tersebut sangat ampuh untuk membuat ikan tampak lebih terasa meski lebih dari 2 hari tidak dikonsumsi.

Setelah itu muncullah sushi sebagai menu masakan dari proses fermentasi ikan laut. Bagi penduduk Jepang, makanan itu sudah cukup renyah meski tanpa penyedap rasa lantaran sudah terbalut dengan ikan laut. Namun bagi beberapa orang di era baru, makanan itu harus ditambah penyedap rasa supaya lebih gurih saat masuk ke lidah.

Nigirizushi adalah nama pertama dari makanan tersebut pada jaman Edo. Pada masa sebelum jaman Edo, ahli sushi, Hanaya Yohei telah menciptakan makanan itu. Uniknya lagi, ia sama sekali tidak menambah beberapa bumbu makanan sebagai penambah rasa. Boleh dibilang bahwa makanan yang ia santap hanya beras masak saja.

Sejak tahun 1970an, penduduk Jepang telah menjadikan makanan itu sebagai simbolis perayaan acara khusus. Di lain hal, makanan khas tersebut sering diperjual belikan di tempat-tempat umum di beberapa Kota.
Salah satu pencetus makanan itu adalah Restoran Kaitenzushi. Rumah makan tersebut membuka kedai sushi sejak tahun 1958 di Osaka. Selang beberapa tahun kemudian, banyak perusahaan makanan di Jepang menawarkan kerja sama dengan pihak restoran terkait penyediaan bumbu masak cepat saji.

Hal ini memudahkan para ibu rumah tangga di Osaka dalam proses pembuatan sushi. Sebagaimana dengan bumbu tersebut, anggota keluarga bisa lebih nyaman menyantapnya dari sarapan hingga makan malam.
Di Indonesia, sushi telah banyak dijumpai di berbagai restoran hingga cafe biasa. Banyak dari mereka yang memasukkan masakan khas Jepang itu ke dalam menu utama. Terkadang adonan dari daging sapi, kambing hingga ayam telah menjadi balutan sebagai pilihan rasa. Secara harga, makanan tersebut terbilang cukup standard dan cocok bagi para kalangan menengah ke bawah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *